MASALAH EREKSI

Masalah ereksi yang sering dihadapi utamanya yang menderita penyakit tertentu perlu penanganan yang serius agar meningkatkan kualitas seksual dan hidup penderita. Pada dasarnya masalah ereksi tidak hanya berdampak pada pria saja tapi secara tidak langsung juga berdampak pada pasangan hidup (istri) yang juga menderita karena tidak puas atau keinginan seksualnya tidak terpenuhi karena penis suami tidak mampu ereksi.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai masalah ereksi perlu dipahami dulu apa itu ereksi? dan bagaimana ereksi terjadi. Ereksi secara awan dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah proses mengalirnya darah ke penis sehingga penis mengeras dan berdiri kuat. Proses ereksi dimulai dari otak, setelah secara fisik tubuh mendapatkan stimulasi baik itu berupa rangsangan dari istri atau khayalan akan menyebabkan saraf mengirim pesan kimia ke sistem syaraf ke penis agar menjadi rileks sehingga darah dapat mengalir bebas ke penis. Darah yang masuk membuat penis semakin besar dan kaku. Setelah itu pembuluh darah balik akan tertekan menyebabkan darah terperangkap di dalam penis dan tidak dapat keluar. hal inilah yang menyebabkan terjadinya ereksi tetap dan bisa bertahan lama, mekanisme terjadinya ereksi mulai dari proses stimulasi sampai terjadinya ereksi ini biasa disebut dengan Tumescensi.

 Masalah ereksi secara umum dapat dibagi dua yaitu faktor psikologis (mental) dan faktor fisik (berhubungan dengan sistem organ tubuh), jadi jika ingin mengatasi masalah ereksi tentunya diperlukan diagnosa dari medis untuk memastikan dimana letak masalah ereksi agar penderita mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab masalah ereksi (Disfungsi Ereksi) yang berkaitan dengan faktor psikologis (mental) berhubungan dengan masalah psikogenetik yaitu cemas, depresi, kelemahan, rasa bersalah, tekanan, stress, perkawinan bermasalah dan konsumsi alkohol berlebihan. Sedangkan yang berhubungan dengan faktor fisik (penyakit) yaitu penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, pembedahan usus besar, kandung kemih, porstat, neurologis, priapismus dan gangguan hormonal. Penyebab lainnya seperti cedera sumsung tulang belakang, akibat pembedahan panggul dan salurah kemih, radiasi, penyalahgunaan obat, alkohol (600ml/ minggu), merokok dan bersepeda.

masalah ereksi tidak boleh diabaikan karena Disfungsi Ereksi merupakan gejala awal penyakit pembuluh darah. Banyak pria hanya fokus pada masalah ereksi yang dihadapi padahal masalah ereksi merupakan tanda awal resiko bisa terkena panyakit jantung (infark miokard) dan resiko stroke di masa datang. Selain itu Masalah ereksi seperti impotensi sangat berkaitan dengan masalah kejiwaan seperti depresi, cemas, stress dll yang tanpa disadari penderita mengalami ketidaknyamanan dalam menjalani kehidupannya.